VISI & MISI KAMI

Product Excelence

VISI

Menjadi Perusahaan Persemenan yang Ramah Lingkungan dan Paling Efisien di Asia Tenggara.


MISI

  1. Memproduksi, memperdagangkan semen yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan.
  2. Meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan yang inovatif dalam bidang produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
  3. Memberdayakan dan mensinergikan sumber daya yang dimiliki untuk memperoleh Net Corporate Margin Grup Semen Indonesia.
  4. Memberikan nilai tambah yang berkesinambungan bagi para pemangku kepentingan dengan menjunjung tinggi etika bisnis dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Visi & Misi
BUDAYA KAMI

BUDAYA KAMI

Be a Champion

Sebagai pioneer dalam industri persemenan, budaya kerja kami telah teruji membentuk talenta-talenta terbaik yang siap berkarya bagi negeri.

MANAJEMEN

Dewan Komisaris

Member Name

Komisaris Utama

Member Name

Komisaris

Member Name

Komisaris

Jajaran Direksi

Member Name

Plt. Direktur Utama

Member Name

Direktur

STRUKTUR

Struktur Perusahaan



JEJAK LANGKAH PERUSAHAAN

Our Journey

Pasca proses transformasi Semen Indonesia (Persero) Tbk (saat ini SIG) sebagai Strategic Holding Group, PT Semen Gresik resmi berfungsi sebagai Operating Company atau anak usaha persemenan yang siap mendukung pencapaian tujuan strategis bersama.


jejak langkah perusahaan infografis semen gresik


TATA KELOLA PERUSAHAAN

Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Kebijakan & Roadmap GCG

Perseroan berkomitmen untuk menjadikan GCG sebagai budaya dalam mengelola perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan menetapkan misi GCG sebagai berikut :

  1. Mewujudkan tercapainya kesinambungan perusahaan melalui pengelolaan yang didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kewajaran dan kesetaraan.
  2. Mewujudkan pemberdayaan fungsi dan kemandirian masing-masing organ perusahaan, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi.
  3. Mewujudkan seluruh organ perusahaan dalam pengambilan keputusan senantiasa dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

tata kelola beretika semen gresik

tata kelola governance semen gresik

Road Map GCG

Perseroan konsisten merealisasikan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas penerapan GCG tersebut sebagai bagian dari realisasi program perbaikan kualitas implementasi GCG yang dilakukan secara bertahap dengan gambaran sebagai berikut:

PEDOMAN GCG

Dalam rangka meningkatkan kualitas penerapan GCG, Perseroan telah melengkapi infrastruktur tata kelola yang dibutuhkan dan senantiasa melakukan peninjauan dan penyempurnaan terhadap soft structure GCG. Soft structure terdiri dari kebijakan dan pedoman penerapan GCG yang disusun untuk memastikan peningkatan kualitas penerapan GCG dalam pengelolaan perusahaan. Kerangka kebijakan soft structure tersebut meliputi Board Manual, Pedoman GCG, Pedoman Etika Perusahaan, Pedoman/Charter Komite Pendukung Dewan Komisarus dan Pedoman lainnya.

STRUKTUR GCG

Perseroan telah membentuk struktur organisasi yang memadai dan efektif dalam implementasi GCG agar proses penerapan GCG dapat berjalan dengan efektif dan optimal melalui fungsi pengarahan, pengawasan, pengendalian dan pemantauan. Pada jajaran Dewan Komisaris telah dibentuk komite-komite fungsional untuk memberdayakan fungsi kepengawasan, yaitu Komite Audit. Demikian pula di jajaran Direksi telah dibentuk unit kerja yang mengendalikan, mengawal dan bertanggung jawab atas implementasi GCG dan juga bertugas sebagai mitra kerja dari komite-komite di bawah Dewan Komisaris, sebagaimana tampak pada gambar berikut:


tata kelola struktur gcg semen gresik

Terdapat keterkaitan erat antar unit kerja pengelola GCG di perusahaan, yaitu Departemen Komunikasi & CSR yang berfungsi sebagai Sekretaris Perusahaan selaku penanggung jawab Board Governance (fungsi komunikasi dan koordinasi dengan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Dewan Komisaris), Unit Hukum & GRC (fungsi operational governance, penyusunan kebijakan, dan kepatuhan), Unit Corporate Social responsibility, dan Internal Audit.

IMPLEMENTASI

Melalui komitmen yang tinggi dan konsistensi terhadap penerapan GCG, Perseroan meyakini dapat mencegah terjadinya praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta meningkatkan fungsi pengawasan dalam pengelolaan Perseroan. Konsistensi penerapan GCG juga meningkatkan kinerja usaha dan pertumbuhan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Komitmen manajemen atas kepatuhan terhadap GCG terdiri dari beberapa kebijakan dan ketentuan terkait diantaranya:

  1. Direksi dan Dewan Komsiaris mempeloporkan pelaksanaan penanda-tanganan Pernyataan Kepatuhan Etika, Pernyataan Benturan kepentingan dan Pernyataan Kepemilikan Saham Perusahaan untuk memenuhi ketentuan yang diwajibkan dalam Pedoman Etika Perusahaan. Pernyataan Surat Kepatuhan Etika ditanda-tangani oleh seluruh karyawan. Kepatuhan seluruh jajaran Perseroan terhadap Pedoman Etika yang mengatur tata-cara dan etika berbisnis dan berinteraksi dengan pihak internal maupun eksternal merupakan salah satu bentuk komitmen seluruh elemen perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG.
  2. Penetapan KPI terkait implementasi GCG, yaitu menjadikan implementasi GCG sebagai salah satu KPI utama Perusahaan sebagaimana tercantum dalam Kontrak Manajemen. KPI terkait GCG antara lain adalah nilai index GCG, assessment Risk Maturity Level, kepatuhan operasional produksi (PROPER Lingkungan, Audit SNI, Audit Laporan Keuangan, survey kepuasan pelanggan, survey kepuasan karyawan, dll).
  3. Pengalokasian anggaran tahunan secara memadai untuk implementasi GCG, antara lain untuk program peningkatan kompetensi para pihak yang terlibat dalam penerapan GCG (Direksi, Dewan Komisaris, Komite Dewan Komisaris, fungsi assurance, manajemen risiko, kepatuhan, quality control, internal audit dan pemilik proses bisnis) dan pengembangan sistem teknologi terkait penerapan GCG.
  4. Pengelolaan pengendalian internal perusahaan, pencapaian target, merancang kebijakan prosedur dan pengendalian pengungkapan, dokumentasi, pelaporan, dan menyediakan pernyataan tertulis mengenai hasil efektivitas Internal Control Over Financial Reporting(ICOFR) dan hasil self assessment yang dilakukan secara periodik.

Perseroan telah berkomiten untuk menerapkan pengendalian gratifikasi guna mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di perusahaan. Pada tanggal 3 Desember 2013 komiten tersebut telah ditandatangani oleh Direktur Utama dan disaksikan oleh Wakil Ketua Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Perseroan telah menyusun Pedoman Pengendalian Gratifikasi sebagai panduan atas tata laksana penerimaan, pemberian, penolakan dan pelaporan gratifikasi di lingkungan perusahaan. Pedoman tersebut telah ditetapkan dalam SK Direksi dan selalu di-update  sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.


tata kelola poster gratifikasi semen gresik

Berbagai program telah dilaksanakan untuk menumbuhkan budaya anti Gratifikasi dan Suap di lingkungan perusahaan. Antara lain dengan melakukan sosialisasi tentang pengendalian gratifikasi yang merupakan salah satu bagian dari materi dalam kegiatan internalisasi GCG, mencetak banner dan buku pedoman pengendalian gratifikasi, serta sosialisasi lainnya yang dilakukan melalui intranet, media internal perusahaan (koran dan majalah) serta media cetak nasional.

  • Dewan Komisaris, Direksi, Organ Pendukung Dewan Komisaris dan seluruh Karyawan PT Semen Gresik (“Insan Semen Gresik”) DILARANG untuk menerima gratifikasi (hadiah dalam bentuk apapun), baik secara langsung maupun tidak langsung dari stakeholders Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H dan hari besar lainnya.
  • Apabila ada pihak-pihak yang mengetahui adanya permintaan dan/atau penerimaan gratifikasi dari Insan Semen Gresik kepada dan/atau dari stakeholders dengan mengatasnamakan pribadi maupun Perseroan, dapat melaporkan kepada Perseroan melalui email semengresikbersih@semenindonesia.com dengan mencantumkan identitas yang jelas.
  • Sehubungan dengan maraknya penipuan dan penawaran  sponsorship//program/kegiatan tertentu yang mengatasnamakan Perseroan dan Direksi, serta penipuan berkedok penerimaan pegawai, kami menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai upaya penipuan tersebut. Perseroan tidak pernah memungut biaya apapun dalam setiap tahapan seleksi penerimaan pegawai dan tidak bekerja sama dengan pihak manapun untuk pengurusan akomodasi dan transportasi dalam proses seleksi penerimaan pegawai.

Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing System (WBS)

Untuk meningkatkan kualitas transparansi, akuntabilitas dan fairness dalam implementasi GCG, PT Semen Gresik (“Perseroan”) mengimplementasikan Sistem Pelaporan Pelanggaran/Whistleblowing System (WBS) yang dapat menampung segala keluhan, pengaduan dan laporan dari pihak internal maupun eksternal.

Dengan adalanya mekanisme ini diharapkan dapat efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat dan karyawan perusahaan untuk lebih berani bertindak mencegah terjadinya kecurangan dan korupsi dengan melaporkannya kepada Perseroan melalui saluran berikut:

  • Telepon
: (0295) 3202007/9 ext 2161 dan/atau ext 2160
  • Email
: semengresikbersih@semenindonesia.com
  • Surat
: Tim Pengelola Pelaporan Pelanggaran Pelanggaran (TP3) – PT Semen Gresik Pabrik Rembang,  Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 59623

Organisasi Penanganan Pelaporan Pelanggaran

Direksi bertanggung jawab atas terlaksananya sistem pelaporan pelanggaran di Perusahaan dan Dewan Komisaris bertanggungjawab dalam pengawasan terhadap pelaksanaan sistem tersebut. Direksi dan Dewan Komisaris bersama-sama membentuk organisasi pelaporan pelanggaran di Perusahaan yang bersifat sentralistik mencakup pengelolaan pelaporan pelanggaran di Perusahaandan. Organisasi penanganan pelaporan pelanggaran terdiri atas empat elemen utama, yakni:

  1. Tim Pengelola Pelaporan Pelanggaran (TP3), bertugas untuk:
    • Menerima, mencatat (meregister) dan mengelompokkan laporan pelanggaran berdasarkan kategori terlapor.
    • Melaksanakan program perlindungan pelapor sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, termasuk menjaga kerahasiaan pelapor dan terlapor (asas praduga tidak bersalah).
    • Menjaga komunikasi teratur dengan pelapor.
    • Melanjutkan informasi laporan pelanggaran Ke TP3 Induk, apabila pelanggaran dilakukan oleh Direksi, Anggota Dewan Komisaris dan Organ Pendukung Dewan Komisaris.
  2. Tim Investigasi, yang terdiri dari Tim Investegasi Internal , Tim Investigasi Eksternal, dan Tim Investigasi Induk Perusahaan. Tugasnya secara keseluruhan adalah melakukan investigasi lebih lanjut terhadap substansi pelanggaran yang dilaporkan dengan tujuan untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan guna memastikan bahwa telah terjadi pelanggaran.
  3. Dewan Komisaris, dengan tugas utama, Melakukan seleksi, konfirmasi (dari aspek kategori jenis pelanggaran, siapa yang melakukan dan kelengkapan dokumennya) dan verifikasi, serta memutuskan apakah laporan akan ditindaklanjuti atau diarsip.
  4. Direksi, dengan tugas utama:
    • Melakukan seleksi, konfirmasi (dari aspek kategori jenis pelanggaran, siapa yang melakukan dan kelengkapan dokumennya) dan verifikasi, serta memutuskan apakah laporan akan ditindaklanjuti atau diarsip untuk pelanggaran yang dilakukan oleh Karyawan.
    • Menugaskan Tim Investigasi untuk melakukan investigasi terkait pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan.

Penanganan Pelaporan Pelanggaran

Penanganan penyelesaian dugaan pelaporan pelanggaran dilakukan sesuai dengan mekanisme dan kriteria yang telah ditetapkan dalam Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran, yaitu mekanisme proses pengelolaan pelaporan pelanggaran yang diduga dilakukan oleh:

  • Karyawan perusahaan.
  • Direksi, Anggota Dewan Komisasir (Individu) dan Organ Pendukung Dewan Komisaris
  • Dewan Komisaris Perusahaan (Board)

Perseroan mengelompokan pelanggaran ke dalam tiga jenis pelanggaran, dengan penanganan yang berbeda-beda, yaitu:

  1. Kategori I (Korupsi dan Tindak Pidana Ekonomi), yaitu:
    • Tindak pidana yang berupa tindak pidana korupsi baik yang menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, kecurangan, penyalahgunaan kewenangan terkait pengelolaan dan penggunaan dana milik Perusahaan (financial fraud), suap, gratifikasi dan benturan kepentingan yang dilakukan oleh Insan Perusahaan.
    • Pelanggaran terhadap prinsip dan proses akuntansi dan peraturan otoritas pasar modal tentang laporan keuangan, pelanggaran terhadap ketentuan perpajakan dan ketentuan lainnya yang serupa, tindakan kecurangan atau tindakan apapun yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan dan atau pihak lain yang dilakukan oleh Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
  2. Kategori 2 (Tindak kejahatan terkait pidana umum), yaitu berbagai bentuk tindak pidana/kriminal sebagaimana diatur dalam KUHP dan peraturan perundangan lainnya, mencakup namun tidak terbatas pada pencurian, penggunaan kekerasan terhadap karyawan atau pimpinan, pemerasan, penggunaan narkoba, pelecehan, dan perbuatan kriminal lainnya termasuk tindakan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja, keamanan perusahaan, dan kehidupan masyarakat dan lingkungan yang dilakukan oleh Insan Perusahaan.
  3. Kategori 3 (Pelanggaran terkait kebijakan Perusahaan), yaitu seluruh pelanggaran selain korupsi dan tindak pidana ekonomi, serta tindak pidana umum yang diatur dalam Pedoman Etika Perusahaan dan dalam berbagai kebijakan dan ketentuan/prosedur operasional perusahaan, serta Kebijakan Disiplin Pegawai yang dilakukan oleh Insan Perusahaan.

Perlindungan Bagi Pelapor

  1. Perseroan menjamin kerahasiaan identitas pelapor, kecuali apabila pengungkapan tersebut diperlukan dalam kaitan dengan laporan atau penyidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib.
  2. Karyawan yang menjadi Pelapor dan menunjukkan itikad baik akan dilindungi dari tindakan pemecatan, penurunan jabatan/pangkat, pelecehan atau diskriminasi dalam segala bentuk dan catatan yang merugikan dalam file data pribadinya.
  3. Penyampaian laporan secara anonim tetap akan diterima oleh petugas yang diberi kewenangan untuk menerima laporan tersebut, tetapi harus disadari bahwa terdapat kesulitan untuk melakukan klarifikasi, namun laporan tersebut tetap akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang ada.
  4. Perseroan menetapkan sangsi atas penyalah gunaan WBS dan ditegaskan bahwa para pihak (baik internal maupun eksternal) yang menyampaikan laporan berupa fitnah atau laporan palsu akan diberikan sanksi termasuk proses hukum dan tidak memperoleh baik jaminan kerahasiaan maupun perlindungan Pelapor.

Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG)

Sejalan dengan strategi dan target bisnis menjadi World Class Company ditengah dinamika perubahan iklim persaingan bisnis yang semakin ketat, maka diperlukan kegesitan (agility) seluruh jajaran dalam merespon dan menangkap peluang bisnis sebagai upaya meningkatkan daya saing Perseroan. Perubahan iklim bisnis tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain perubahan kebijakan dari ownership, orientasi bisnis Perseroan, kondisi persaingan dan tuntutan stakeholder yang semakin meningkat. Oleh karenanya diperlukan tata kelola Perseroan yang efektif dan efisien untuk menjamin:

  • Pemenuhan kebutuhan dan harapan stakeholders.
  • Kecepatan Perseroan dalam merespon dinamika perubahan strategi bisnis.
  • Kecepatan pengambilan keputusan strategis.
  • Kemudahan Perseroan dalam transfer knowledge.
  • Terwujudnya High Assurance Organization.

Dalam mewujudkan efektivitas dan efisiensi tata kelola tersebut, Perseroan telah menerapkan manajemen terintegrasi dengan mengacu pada prinsip-prinsip tata kelola Perseroan yang baik (good corporate governance), yaitu Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG), yang meliputi:

  • Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001),
  • Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001),
  • Sistem Manajemen K3 (SMK3-ISO 45001),
  • Sistem Manajemen Risiko (ISO 31000), dan
  • Sistem Manajemen lainnya, serta
  • Program-program peningkatan melalui penerapan Manajemen Inovasi.

Penerapan Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG), diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham pada khususnya dan Pemangku Kepentingan (Stakeholders) yang lain pada umumnya.

Pengelolaan SMSG

Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG) dibangun berlandaskan pada proses bisnis Perseroan dengan basis integrasi pada Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 yang diharapkan mampu membangun Sistem Manajemen yang komprehensif dan fleksibel dalam merespon dinamika perubahan strategi dan organisasi Perseroan dengan tetap berorientasi pada stakeholders expectation.

Dalam pengelolaannya, Perseroan membentuk Tim P2MSMSG (Peningkatan dan Penyempurnaan Mutu-SMSG) yang mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  • Melakukan kajian ulang, penyempurnaan dan peningkatan Sistem Manajemen sesuai pedoman Sistem Manajemen Mutu ISO 9004;
  • Melakukan integrasi sistem-sistem yang ada, meliputi Integrasi Proses, Dokumentasi, dan Implementasi;
  • Melakukan Penyempurnaan dan Peningkatan Sistem Otomasi Dokumen melalui software pengendalian dokumen;
  • Melakukan evaluasi efektivitas penerapan Sistem manajemen dan closing out findings atas Hasil Internal Audit dan Hasil Eksternal Audit.

Dalam pengelolaan Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG), juga dilaksanakan kegiatan Audit secara terintegrasi (Integrated Audit) untuk menjamin penerapan sistem manajemen dilakukan secara konsisten dan konsekuen. Untuk menjamin peningkatan secara berkesinambungan, Perseroan juga menetapkan kebijakan untuk menerapkan Innovation Management System (IMS) yang terdiri dari kegiatan Inovasi, kegiatan Gugus Kendali Mutu, Program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), Sistem Saran, Total Productive MaintenanceTotal Productive Maintenancekini telah ditingkatkan dengan penerapan Realibility Centered Maintenance(RCM) dan Proyek Kendali Mutu untuk mencapai pengelolaan operasional berkelas internasional sesuai dengan visi Perseroan.

Peran Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG) dalam mendukung fungsi  Operating Company, yaitu:

  • Telah melakukan penyesuaian terhadap seluruh sertifikasi Sistem Manajemen.
  • Telah melakukan penyesuaian atas sistem dokumentasi SMSG.
  • Telah melakukan mapping dan penyusunan proses bisnis Perseroan di Operating Company.

Adapun kinerja Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG) di tahun 2018, menghasilkan hal-hal sebagai berikut:

  • Mendapat Penghargaan Bendera Emas atas implementasi SMK3 berdasarkan PP.50 tahun 2012 dari Kementrian Tenaga Kerja.
  • Mendapat Penghargaan PROPER Biru Lingkungan dari Kementrian Kehutanan  dan Lingkungan Hidup.
  • Mendapat Penghargaan Industri Hijau (Level 5) dari Kementrian Perindustiran